Peringatan MEP Malta: Bahaya Tersembunyi di Balik Pembatasan Iklan Judi Digital
Perwakilan Parlemen Eropa dari Malta, Peter Agius, memperingatkan bahwa pembatasan iklan perjudian daring dapat membuat para pemain lebih memilih menggunakan layanan operator ilegal, bukannya melindungi mereka dari risiko perjudian.
Apakah Pembatasan Iklan Perjudian Digital Efektif?
Setelah pengajuan petisi dari warga Siprus yang menyerukan pelarangan iklan perjudian di seluruh Uni Eropa, muncul keprihatinan tentang iklan yang menginvasi media sosial, papan iklan, dan saluran lainnya. Petisi itu menekankan risiko bagi kelompok rentan seperti remaja, orang tua, dan mereka yang sedang berusaha pulih dari kecanduan. Meski perlindungan anak dan pencegahan kecanduan adalah prioritas, Agius mempertanyakan apakah pelarangan semacam ini benar-benar efektif dalam mencapai tujuan tersebut. Dia mendorong para pembuat kebijakan untuk menilai dengan seksama apakah langkah ini akan mengurangi risiko atau malah mendorong konsumen ke operator tanpa lisensi yang tidak menyediakan proteksi konsumen.
Studi Tentang Pasar Gelap Mendukung Pernyataan Agius
Dalam penelitian yang dilakukan pada tahun 2023 oleh pengawas Prancis, Agius menunjukkan besarnya pangsa pasar ilegal di beberapa negara anggota. Dia mengungkapkan bahwa masalah kecanduan lebih dari tiga kali lebih lazim di antara pelanggan operator ilegal (66%) dibanding mereka yang memakai layanan resmi (22%). Berdasarkan data ini, Agius menekankan bahwa perlindungan konsumen terbaik diberikan melalui pasar komersial yang diatur dengan baik, yang memberlakukan verifikasi usia, mempromosikan praktik perjudian bertanggung jawab, dan memonitor perilaku berisiko.
Peningkatan Pasar Ilegal Tidak Bisa Diabaikan
Di Uni Eropa, kebijakan nasional mengenai iklan judi sangat beragam. Sementara beberapa negara baru-baru ini memperketat regulasi, negara lain cenderung lebih longgar. Asosiasi perdagangan di Belanda, VNLOK, bahkan menggugat Meta akibat peningkatan iklan perjudian ilegal di Facebook dan Instagram, dengan operator tanpa lisensi memenuhi lebih dari 95% dari iklan terkait perjudian pada akhir tahun 2025. Tantangan ini merambah seluruh Eropa; regulator dan industri semakin mengaitkan kanal digital dan perlindungan konsumen di mana operator ilegal kini bersaing dalam ruang digital yang sama dengan operator berlisensi.
Beberapa stakeholder industri dan operator resmi memperingatkan bahwa pembatasan iklan yang terlalu keras dapat mengganggu kanal komersial dan secara tidak langsung memicu pertumbuhan pasar ilegal. Pasar di negara Eropa lainnya menghadapi masalah serupa. Regulasi ketat di Jerman memaksa pemain menuju operator tanpa lisensi, sementara di Belanda, kanal resmi turun menjadi di bawah 50% pada tahun 2025 ketika pasar ilegal mengungguli sektor berlisensi dari sisi pendapatan.